Fasilitas Blending Minyak Tanjung Uban Perkuat Ketahanan Energi

0
156
Blending Minyak

Keberadaaan fasilitas blending minyak mentah PT Pertamina (Persero) di Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau akan mendukung upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi jangka panjang.

“Upaya ini perlu diperluas dan diperbanyak minimal di lima pulau besar,” ujar anggota unsur pemangku kepentingan, Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh, dalam keterangannya.

Menurut Syamsir, fasilitas blending dapat memenuhi tujuan jangka pendek, yakni menghemat biaya transportasi sehingga disarankan dilakukan dekat dengan sumber bahan baku dan pasar; mengurangi biaya investasi jika memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia seperti dermaga, akses jalan, tanki serta lokasi jauh dari permukiman penduduk.

“Prioritas pemilihan lokasi di Tanjung Uban akan mengurangi ketergantungan kita kepada negara tetangga Singapura sehingga meningkatkan bargaining powerdan kewibawaan diplomasi energi kita,” ungkap dia.

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, Daniel Purba mengatakan, Pertamina menargetkan pembangunan fasilitas blending Tanjung Uban berkapasitas 260.000 kiloliter (kl) selesai konstruksi pada November 2016. Fasilitas tersebut dapat mengurangi impor BBM hingga 2 juta barel per bulan. “Kami tengah berupaya untuk bisa blending sendiri sehingga mengurangi pembelian Mogas 88,” kata dia.

Fasilitas blending ini tidak hanya memproduksi Mogas 88 atau premium, melainkan juga pertalite dan pertamax. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Pertamina memproyeksi fasilitas ini dapat memasok bahan bakar ke pasar Asia Pasifik, seperti Myanmar dan Kamboja yang masih menggunakan Mogas 88.

Menurut Daniel, Tanjung Uban sebelumnya memiliki fasilitas terminal BBM dengan kapasitas 60.000 kl kemudian dikembangkan dengan menambah empat tangki berkapasitas masing-masing 50.000 kl sehingga totalnya setelah pembangunan menjadi 260.000 kl. Selain itu, dermaga yang semula berkapasitas 35.000day weight ton (DWT) juga dikembangkan menjadi 100.000 DWT sehingga dapat menampung kapal besar serta mengurangi biaya logistik pengangkutan.

“Pembangunan fasilitas blending agar perseroan dapat mengolah premium untuk kebutuhan dalam negeri, bahkan mengurangi impor hingga 2 juta barel per bulan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here