Fintech makin merajalela, ini saran Menkominfo ke perbankan

0
89

Pemain Financial Technology (Fintech) saat ini tengah tumbuh bak cendawan di musim hujan berkat penetrasi internet yang tinggi di Indonesia.Seperti di industri telekomunikasi dimana operator mulai kelimpungan menghadapi pemain aplikasi atau Over The Top (OTT), hal yang sama juga terjadi di sektor keuangan dan perbankan oleh aksi para Fintech.Sejumlah layanan tradisional perbankan mulai dirambah Fintech dan banyak dilirik masyarakat. Tentu ini menjadikan bank-bank mulai khawatir dengan eksistensi dari layanannya di masa depan.

“Kalau saran saya perbankan bekerja sama dengan perusahaan fintech  untuk memperluas jangkauan akses perbankan bagi masyarakat,” kata Menkominfo Rudiantara saat menghadiri Bank Negara Indonesia (BNI) Business Meeting 2017, kemarin.Tak hanya itu, Pria yang akrab disapa RA ini juga menyarankan ketimbang perbankan mengembangkan layanan sejenis Fintech, akuisisi saja Fintech, karena konsumen punya pengetahuan proses bisnis, B2B landing. “Daripada kembangkan dari dalam akan lama. Akuisisi, belajar dari situ, lakukan reverse engineering,” tegas Rudiantara.

Rudiantara mengungkapkan selama ini peningkatan inklusi keuangan masih berbenturan dengan permasalahan ego-sektoral antara industri perbankan dengan non perbankan.“Permasalahannya, selama ini perbankan merasa nasabah hanyalah nasabah bank. Sementara operator seluler hanya pelanggan seluler. Jika pelanggan seluler tidak dibatasi oleh ego-sektoral dan aturan-aturan yang memang sengaja dibuat untuk itu, finansial kita akan lebih cepat,” jelas Rudiantara. Lebih lanjut Menteri Rudiantara memaparkan bahwa perbankan dan keuangan dari sisi GDP growth memang merupakan yang paling tinggi dibandingkan sektor lainnya. Namun sektor telekomunikasi dan informasi saat ini menyusul berada di urutan kedua.“Untuk 2018, di sidang kabinet sudah ditetapkan, Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) minta komunikasi informasi menjadi double digit. Jadi sekarang sudah mulai disiapkan,” papar Rudiantara.Asal tahu saja, kolaborasi Fintech dan perbankan mulai banyak di Tanah Air.

Misalnya, BNI menggandeng Dimo Pay Indonesia (DIMO)  untuk e-wallet berbasis server, BNI UnikQu.  Sistem ini didesain menggunakan teknologi Pay by QR untuk proses transaksi pembayaran, baik secara online maupun offline. DIMO juga digandeng oleh BRI untuk layanan sejenis.       Manajemen BNI juga tengah menyiapkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk mengembangkan digital banking termasuk akuisisi startup yang bermain di Fintech.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here