Indonesia dan Afrika Selatan Bahas Kerja Sama Perdagangan

0
136

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, usai mendampingi Presiden menerima kunjungan Presiden Zuma dan mengikuti pertemuanĀ  Indonesia-Afrika Selatan, mengatakan komoditi Indonesia yang masuk ke Afrika Selatan masih dikenakan tarif yang tinggi karena belum memiliki kesepakatan kerja sama perdagangan.

“Tarifnya macam-macam, tergantung komoditinya. Kalau tidak ada kesepakatan, mereka bisa mengenakan tarif yang lebih tinggi,” kata Enggartiasto.

Untuk itu, katanya, Indonesia-Afrika Selatan telah sepakat untuk melakukan peningkatan perdagangan melalui kesepakatan FTA (free trade agreement) agar komoditi yang masuk ke Afrika Selatan tidak dikenakan tarif bea masuk yang tinggi.

“Namun kendalanya di mereka (Afrika Selatan) tidak bisa memutuskan sendiri. Mereka terikat dengan internal mereka denga SACU,” ungkap Enggartiasto.

Untuk itu, kata Enggartiasto, pemerintah Afrika Selatan akan membicarakan dulu dengan anggota SACU terkait dengan kesepakatan kerja sama peningkatan perdagangan dengan Indonesia ini.

“Bapak Presiden menugaskan menteri terkait untuk menindaklanjuti dalam dua bulan ini,” katanya.

Menteri Perdagangan menyebut nilai perdagangan Indonesia-Afrika Selatan mencapai USD 262 juta an Indonesia mengalami surplus perdagangan sekitar USD 200 juta.

“Komoditinya diantaranya palm oil (minyak sawit), mesin, mobil,” kata Enggartiasto.

Presiden Joko Widodo menyatakan pertemuan delegasi Indonesia dan Afrika Selatan lebih banyak membahas upaya peningkatan kerja sama perdagangan dan sepakat segera membahas hambatan penurunan tarif dan nontarif bagi produk dan komoditi unggulan.

Hal ini dinyatakan Presiden saat konferensi pers bersama dengan Presiden Jacob Gedleyehlekisa Zuma usai memimpin pertemuan kedua delegasi Indonesia dan Republik Afrika Selatan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 8 Maret 2017.

Sebelumnya, Presiden mengemukakan kebahagiannya dapat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Zuma ke Indonesia, yang merupakan kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan ini setelah kunjungan terakhirnya dilakukan pada 12 tahun yang lalu.

“Indonesia dan Afrika Selatan merupakan dua negara emerging countries (negara berkembang yang berkembang pesat)), anggota G20, dan dua negara yang giat bekerja sama dalam kerja sama selatan-selatan,” kata Presidenn Jokowi.

Jokowi mengharapkan agar kemitraan Indonesia dan Afrika Selatan dalam gerakan kerja sama Selatan-Selatan, termasuk melalui kemitraan strategis baru Asia-Afrika dapat lebih diintensifkan, sehingga dalam pertemuan bilateral kedua negara lebih banyak meningkatkan kerja sama perdagangan.

Sumber Metro Tv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here