Labuan Bajo Pikat Rossi dan Gwyneth Paltrow

0
44

LABUAN BAJO – Labuan Bajo, destinasi yang pernah dikunjungi Gwyneth Paltrow dan Valentino Rossi tak pernah sepi dari pemberitaan. Selain pembenahan infrastruktur fisik, ada juga Gerakan Sadar Wisata yang langsung menyentuh masyarakat. Soft skill masyarakat, keramahtamahan, culture dalam menerima tamu, kebersihan, kerapian, kesehatan lingkungan, semua ikut ditularkan ke masyarakat yang ada di Labuan Bajo.

Soal kualitas, keunikan dan kehebatan, Labuan Bajo memang tak perlu diragukan lagi. Beberapa hari lalu, ikon Komodo yang kental dengan Labuan Bajo bahkan sampai masuk menjadi Google Doodle. Pesonanya sudah banyak membius para pesohor dunia. Rinca, Wae Rebo hingga ke Ende yang punya Danau Kelimutu, Alor hingga Larantuka, jadi ikutan ngetop lantaran berada tak jauh dari Labuan Bajo.”Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!” tutur Menpar Arief Yahya, Sabtu (10/3).

Aksesnya pun kini kian mudah. Arief Yahya sudah mendapatkan komitmen dari Menhub Budi Karya Sumadi untuk menaikkan status Bandara Komodo. Tentu ini kabar baik dari Kementerian Perhubungan yang selama ini banyak mensupport kepariwisataan dari sisi akses.

Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Dan kapasitas serta daya angkutnya akan terus dinaikkan, untuk memenuhi target 500nribu wisman setahun di 2019. Amenitasnya juga tengah dikebut.

Nah, selain memperkuat Atraksi, Akses dan Amenitas, kualitas SDM masyarakat yang ada di Labuan Bajo pun ikut disentuh. Gerakan Sadar Wisata pun digelar di Labuan Bajo. Pesertanya? Datang dari 200 anggota
masyarakat setempat.

Menpar Arief Yahya memang secara khusus meminta 10 Top Destinasi Prioritas itu didahulukan dalam menyiapkan masyarakat sadar wisata. Namanya juga destinasi prioritas, karena itu timeline atau gilirannya juga harus dipercepat. “Utamakan yang utama, prioritaskan 10 destinasi prioritas,” tegas Arief Yahya.

Permintaan Menpar tadi langsung direspon Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, Oneng Setya Harini. Gerakan Sadar Wisata dan menjadikan Sapta Pesona menjadi life style
ikut disebar di Labuan Bajo, Jumat (10/3). Gerakan ini sebagai implementasi Win-Way, solid, speed, smart.

“Community Based Tourism Development adalah keharusan. Jadi kami harus mati-matian membangun dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Kami edukasi masyarakat supaya sadar wisata dan menjadikan Sapta Pesona (menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, kesejukan, keindahan, ramah tamah dan kenangan, red) menjadi bagian dari lifenstyle,” terang Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, Oneng Setya Harini.

Bagi wanita berkerudung itu, kesan yang baik sangat dibutuhkan dalam peningkatan minat wisatawan. Unsur masyarakat harus dilibatkan bersama pemerintah, lembaga dan industri pariwisata, pers dan regulator pariwisata. Bila ini semua berkolaborasi, dia optimistis gerakan ini akan menjadi people power toward tourism. Gerakan ini akan menjadikan pariwisata Indonesia bersaing di tingkat global.

“Kami juga mengundang Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Leonard Tampubolon dan Direktur Ekonomi dan Parekraf Bappenas, Teguh Sambodo untuk ikut memberikan pembekalan. Semua berkolaborasi untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di 2019 mendatang,” ucap Oneng. (kemenpar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 5 =