Hasil Perajin UKM Harus Terlindungi Oleh Hak Cipta

0
143

Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh diharapkan mampu memberikan perlindungan hak cipta atas produk-produk yang dihasilkan para perajin UKM di Provinsi Aceh. “Saya juga minta ada peran Dekranasda untuk mengkoordinir pengurusan hak cipta produk UKM tersebut,” Jelas Ketua Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Bintang Puspayoga.

Karena salah satu peran dan fungsi dari Dekranasda adalah mampu memberikan perlindungan ketika ada karya baru dan inovasi baru dari pelaku UKM di wilayahnya masing-masing.

Jadi, untuk memprotek karya tersebut, akan lebih bagus kalau Dekranasda yang mengkoordinir untuk lebih memudahkan para pelaku UKM,” kata Bintang Puspayoga, dalam keterangan tertulisnya seusai acara Sinergi Program Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranasda di Aceh, Senin (17/4).

Apalagi, lanjut Bintang yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, Kemenkop dan UKM sudah melaksanakan MoU dengan Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan hak cipta dan sertifikasi halal sejak tahun 2015. “Ini sudah memudahkan pelaku UKM, karena itu sudah online system. Pengurusan itu tidak berbelit lagi, mudah, dan bisa dilakukan dalam waktu satu hari tanpa dipungut biaya,” tandas Bintang.

Pelatihan Kewirausahaan

Pada acara tersebut, selain dilakukan konsultasi dan pemberkasan hak cipta, juga sosialisasi terkait izin usaha mikro dan kecil (IUMK), pelatihan perkoperasian, dan pelatihan kewirausahaan. “Sosialisasi IUMK sekarang sudah dimudahkan dengan MoU antara Kemenkop dan UKM dan Kementerian Dalam Negeri yang bisa diproses di tingkat Kecamatan.

Saya berharap peranan daerah dan dinas terkait serta Dekranasda dapat membantu para perajin dan pelaku UKM kita,” jelas Bintang. Dalam kesempatan yang sama, Ketua harian III Dekranasda Aceh, Mauwizah Wahab, menyatakan banyak usaha kerajinan yang berjalan stagnan meski usaha tersebut sudah berjalan bertahun-tahun.

“Melihat kondisi ini, Dekranasda Aceh merasa terpanggil untuk mengajak kalangan perajin untuk mengikuti pelatihan- pelatihan,” tegas Mauwizah seraya berharap setelah dilakukannya kegiatan ini akan ada kelanjutan kegiatan lain untuk dapat terus memajukan para pelaku usaha kerajinan di Aceh.

Sumber Koran Jakarta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here