Lengkapi Sarana Pendukung KEK, PLN Bangun Pembangkit di Morotai

0
149

PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik di Pulau Morotai. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto WS menuturkan bahwa pembangkit yang akan dibangun di KEK Morotai bertenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 10 Mega Watt (MW). Hal ini, menurutnya  sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Pembangkit ini akan dikembangkan oleh salah satu pengembang di KEK Morotai,” ujar Haryanto saat konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (25/4). Meski menolak menyebut secara gamblang nama perusahaan tersebut, namun Haryanto menyatakan bahwa grup yang sama juga mengembangkan kawasan industri Jababeka.

Haryanto juga menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini, proses pembangunan PLTMG di KEK Morotai ini baru sampai proses pembebasan lahan. Di KEK Morotai sendiri, saat ini kebutuhan atau beban listrik yang tercatat oleh PLN baru sekitar 2,5 MW. Namun, perkembangan kawasan tersebut diprediksi akan membutuhkan semakin besar pasokan.

Menurut Haryanto, biaya pembangunan pembangkit di Desa Juanga, Morotai Selatan ini diambil dari dana internal PLN. Saat ini, PLN juga sudah mengantongi beberapa perizinan terkait lokasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Sehingga, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi secara komersial,” ujar Haryanto.

Sebelumnya, Jokowi menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu fokus untuk membenahi permasalahan infrastruktur. Salah satu yang disorotinya adalah KEK Morotai yang memerlukan dukungan sarana infrastruktur, seperti pelabuhan hingga penyimpanan berpendingin, dan pembangkit listrik.

“Saya kira dukungan infrastruktur, baik pelabuhan, pembangkit listrik, gudang penyimpanan logistik, serta cold storage ini diperlukan,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

Selain itu, PLN pun menargetkan 365 desa yang belum mendapat sambungan listrik sama sekali di wilayah Papua dan Papua Barat, mendapat aliran listrik pada tahun ini. Langkah ini merupakan tindak lanjut pemetaan 2.519 desa yang belum mendapat aliran listrik di seluruh wilayah Indonesia.

Haryanto mengatakan dari total 2.519 desa yang belum teraliri listrik, sebanyak 2.400 diantaranya berada di wilayah Maluku dan Papua. Sepanjang tahun lalu, PLN baru berhasil mengaliri listrik untuk 100 desa di Papua dan Papua Barat.

“Untuk tahun ini, 365 desa dengan anggaran tiga kali lipat dibanding 2016 yakni Rp 1,8 triliun di wilayah Maluku dan Papua,” ujar Haryanto saat konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (25/4).

 

Sumber Kata Data

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here