Pertamina Gandeng PGN untuk Bangun Infrastruktur Gas

0
149

PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) (PGN) telah bekerjasama dalam membangun infrastruktur gas meski belum terbentuk holding atau induk usaha.

Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan, salah satu kerja sama antara Pertamina dan PGN adalah pembangunan jaringan gas industri bawah tanah Duri-Dumai, Sumatera sepanjang 140 kilometer (km).

“Jadi kalau memperhatikan, beberapa bulan terakhir kami menyibukkan diri dengan melihat potensi kerja sama yang ada antara Pertamina dan PGN. Contoh dengan model pipa Duri-Dumai,” ‎kata Yenni, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Yenni menuturkan, saat ini Pertamina dan PGN telah menyelesaikan kesepakatan administrasi. Kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan fisik. Dia berharap pembangunan segera dilakukan agar pasokan gas bisa ‎cepat dinikmati.

“Kalau infrastruktur tidak terbangun, yang rugi bukan hanya pasar atau pemasoknya, tapi PGN dan Pertamina kehilangan potensi bisnisnya,” ‎lanjut Yenni.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo‎ menuturkan, perseroan juga telah melakukan kerja sama dengan Pertamina dalam kegiatan penyaluran gas ke konsumen.

Dia mencontohkan, penyaluran gas di Sumatera Utara menggunakan fasilitas regasifikasi gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) menjadi gas pipa di Arun Aceh Utara, yang dioperatori Pertamina melalui anak usahanya.

Kemudian gas tersebut disalurkan melalui jaringan pipa ke Sumatera Utara dan didistribusikan PGN ke pelanggan.

“LNG-nya di Sumatera Utara di Arun disediakan Pertamina. Kemudian pipa transmisi juga Pertamina. Ada sumber pasokan lain, kemudian di blended melalui jaringan pipa transmisinya. Kami pasarkan ke Sumatera Utara‎,” tutur Dilo.

Pertamina juga telah menyepakati pembelian gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dari ExxonMobil. Hal tersebut untuk mengantisipasi defisit gas di dalam negeri yang diperkirakan terjadi pada 2020.

Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan, Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Yenni menuturkan, meski perjanjian jual beli LNG dilakukan ‎saat ini, bukan berarti LNG langsung dipasok. Akan tetapi, pasokannya akan dilakukan ketika gas dari sumur dalam negeri sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan.

Sumber Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here