Belasan Pangkalan Gas Nakal, Cabut Izinnya oleh Pertamina Jambi

0
136

PT Pertamina (Persero) Jambi mencabut izin 11 pangkalan gas elpiji (Liquified Petroleum Gas/LPG) yang selama ini terbukti mempermainkan harga dan menyelewengkan distribusi gas bersubsidi. Selain itu pihak Pertamina Jambi juga memberikan surat teguran keras kepada 57 usaha pangkalan gas yang diduga sering melakukan pelanggaran penjualan dan penyaluran gas bersubsidi.

Sales Eksekutif PT Pertamina Domestik Gas Region II Rayon Jambi, Parrama Ramadhan kepada wartawan di Jambi, Senin (1/5) menjelaskan, pencabutan izin 11 pangkalan gas di Jambi dilakukan setelah menemukan bukti-bukti akurat. Berdasarkan hasil penyelidikan PT Pertamina Jambi, selama April 2017, ke-11 pangkalan gas tersebut sering menjual gas bersubsidi tabung 3 kg atau gas melon di di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Temuan di lapangan, ke-11 pangkalan gas yang kami cabut izinnya sering menjual gas ukuran tabung 3 kg hingga Rp 18.000/tabung. Padahal HET gas bersubsidi tersebut di Jambi hanya Rp 16.000/tabung. Kemudian pangkalan tersebut juga sering menjual gas bersubsidi kepada pengecer. Pengecer kemudian menjual gas bersubsidi hingga Rp 20.000/tabung,” jelasnya.

Menurut Parrama, pihaknya juga sudah menegur keras 57 pangkalan gas di Jambi karena diduga sering menjual gas bersubsidi tabung 3 kg di atas HET dan menjual gas bersubsidi kepada pengecer. Ke-57 pangkalan gas tersebut masih terus diawasi. Jika terbukti kembali menjual gas bersubsidi di atas HET dan menjual gas bersubsidi kepada pengecer atau menyelewengkan distribusi gas ke luar wilayah kerja, maka izin pangkalan gas tersebut juga akan dicabut.

“Kami juga sudah mengeluarkan larangan kepada para 1.800 pangkalan gas di Jambi agar tidak menjual gas bersubsidi tabung 3 kg kepada pengecer. Jika pangkalan gas melanggar larangan tersebut, maka jatah gas bersubsidi untuk mereka akan dikurang. Kemudian jika masih terus melakukan penjualan gas di atas HET dan menjual gas bersubsidi kepada pengecer, maka kami akan mencabut izin pangkalan tersebut,” tegasnya.

Dijelaskan, Pertamina Jambi kini membuka telepon dan email (surat elektronik) pengaduan mengenai kasus-kasus kenaikan harga dan penyelewengan distribusi gas bersubsidi.

“Warga masyarakat Jambi yang mengetahui tindakan agen, pangkalan dan pengecer gas nakal yang menaikkan harga gas di atas HET bisa melapor ke nomor handphone (telepon genggam) 08117445000 dan email pengaduan.lpgjbi@gmail.com,” ujarnya.

 

 

Sumber Suara Pembaharuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here