Sepakati MoM Kerja Sama TIK, Dirjen Menkominfo: Yang dibangun adalah infrastrukturnya

0
92

Jakarta, Kominfo – Pemerintah Indonesia dan Jepang menyepakati Minutes of Meeting (MoM) sebagai langkah teknis implementasi kerjasama di bidang Penyiaran dan TIK.  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli mengatakan Minutes of Meeting berisi apa saja kerjasama yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan ke depan.
“Yang kita lakukan ke depan termasuk melakukan feasibility studies project ini ke depan seperti apa? Feasibility studies akan diterapkan untuk kota-kota yang paling memerlukan terkait dengan penyiaran, one-seg TV, dan TIK secara lebih luas seperti monitoring untuk kebencanaan,” jelasnya dalam Acara The 5th Indonesia-Japan ICT Joint Working Group di Jakarta, Selasa (2/5).
Dirjen Ramli menjelaskan The 5th Indonesia-Japan ICT Joint Working Group merupakan tindak lanjut dari memorandum of cooperation yang ditandatangani Menteri Kominfo Tahun 2015 lalu. “Ada beberapa yang dikerjasamakan termasuk penyiaran terkait dengan penyebaran-penyebaran penyiaran sampai ke daerah yang tidak terjangkau siaran,” jelasnya
Lebih lanjut Dirjen PPI menjelaskan mengenai kerjasama terkait penyiaran. Menurutnya kerjasama Indonesia dan Jepang lebih berkaitan dengan infrastruktur karena banyak daerah yang tidak terjangkau siaran. “Yang dibangun adalah infrastrukturnya, itu yang mereka katakan sebagai one-seg TV,” katanya.
Melalui kerjasama itu, Ramli berharap agar daerah-daerah remote area di Indonesia dapat terjangkau dengan siaran televisi. “Dengan cara ini kita akan lakukan lagi evaluasi. Teknologi yang ditawarkan Jepang adalah bagaimana dengan one-seg TV itu bisa masuk ke daerah-daerah yang remote, jauh, dan tidak ada listrik,” jelasnya.
Dirjen PPI menjelaskan, selama ini sudah dilakukan ujicoba dibangun di kawasan perbatasan Indonesia yang tidak terjangkau dengan sinyal penyiaran.  “Sebetulnya mereka sudah uji coba seperti one seg tv di daerah-daerah remote, daerah-daerah pinggiran tidak terjangkau dengan signal. Selama ini mereka sudah lakukan kerjasamanya dan uji cobanya cukup baik. Berikutnya kita akan evaluasi uji coba itu apa bisa diterapkan di kita dengan skema-skema bantuan Jepang ke Indonesia. Kita sudah lakukan di Biak. Total yang sudah dibangun adalah sebanyak di delapan daerah,” paparnya
Ahmad Ramli mengatakan hal yang tengah dibicarakan dengan Pemerintah Jepang adalah mengenai skema kerjasama yang akan dibangun. “Kita harus relay dengan teknologi yang kita bagun. Jangan sampai kita membangun teknologi kemudian tidak kompatibel dengan sistem yang mereka tawarkan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here