Senior Living D’Khayangan Hadirkan Komaruddin Hidayat Bahas Psikologi Kebahagiaan

0
95

JAKARTA, presidentpost.id – Senior Living D’khayangan bekerja sama dengan Mercantile Athletice Club mengadakan acara Lunch Dialogue dengan tema ‘Bedah Buku Psikologi Kebahagiaan’ di World Trade Center, Jakarta (17/5).

Acara tersebut dihadiri oleh penulis buku tersebut Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Direktur PT Jababeka Longlife City Marlin Marpaung, dan dimoderatori oleh Penasihat The President Post Indonesia Ali Basyah Suryo.

Mengawali acara Lunch Dialogue, koordinator konsultan Senior Living D’Khayangan Yulia, mempresentasikan Senior Living D’Khayangan.

Dia menjelaskan bahwa PT. Jababeka Tbk yang memiliki pengalaman dan “know-how” tentang layanan Senior Living di Jepang, telah mendirikan sebuah perusahaan baru yang mengkhususkan diri pada tempat tinggal dan bangunan untuk orang tua. Yaitu Senior Living D’khayangan.

Yulia menuturkan,”Sangat istimewa untuk menjadi bagian dari kisah hidup para manula lebih jauh lagi, dengan menciptakan sebuah komunitas dimana senior dihormati dan dihargai.”

Melanjutkan Lunch Dialogue, Marlin Marpaung dan Maya Hasan juga mempromosikan Music for Healing, yaitu bagaimana musik dapat berpengaruh terhadap kesehatan penikmatnya.

Dalam sambutannya Marlin mengatakan, “saya hanya ingin memperkenalkan bagaimana konsep Music for Healing, ini akan coba kita kembangkan di kawasan Timur Jakarta, yaitu di Cikarang.”

“Yang bisa menjadi bagian daripada culture society bagi masyarakat bagian Jakarta Timur,” tambahnya.

Acara berlanjut ke sesi bedah buku ‘Psikologi Kebahagiaan’ yang ditulis oleh Komaruddin Hidayat.

Dalam kesempatannya Komaruddin menjelaskan bahwa setiap hari adalah hari ulang tahun bagi setiap orang. Karena ketika tertidur di malam hari, manusia mengalami peristiwa kematian singkat. Dan ketika terbangun berarti kelahiran.

Komaruddin mengatakan “saya mempunyai sekolah madaniyyah, yang berslogan ‘everyday it’s a birthday‘ Maka dari itu harus dirayakan. Bahkan belajar pun harus dirayakan.”

“Apapun kita rayakan, karena hidup ini anugerah,” tambahnya.

Dalam sesi bedah buku tersebut Komaruddin menjelaskan alasan mengapa beliau memilih kata ‘psikologi’ untuk judul buku beliau.

Beliau menjelaskan, “Biar akrab, karena kalau kata ‘psikologi’ itu everyone can think, feel, and participate for discuss, makanya saya pilih ‘psikologi’.”

Dia juga menuturkan bahwa buku Psikologi Kebahagiaan ini membahas tentang eksistensi manusia. adapun diantara eksistensi tersebut adalah eksistensi jiwa Nabati, eksistensi jiwa Hewani, eksistensi jiwa Insani,dan eksistensi jiwa Rabbani.

Komaruddin mengatakan, “kebahagiaan adalah proses bagaimana kita naik. Dari jiwa yang Nabati, ke jiwa Hewani, jiwa Insani. Itu proses.”

Beliau juga menegaskan bahwa kebahagaiaan itu adalah kata kerja. Bukan kata benda.

It’s a process, kalau kata benda itu akan habis. Tapi kalau proses it’s continues, itulah kebahagiaan.” tutupnya. (Fakhri/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 1 =