KBRI Spanyol Gelar Forum Bisnis Untuk Bidik Investor Wisata Bahari

0
53

Wisata Bahari yang menjadi salah satu fokus pengambangan destinasi di era Presiden Joko Widodo terus digarap dari berbagai lini. Investasi galangan kapal untuk cruise, yacht, lalu pelabuhan, marina, seaplane, seaplane airport, sedang digalakkan di banyak kepulauan di tanah air untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Karena itu, Menpar mengapresiasi usaha Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid yang terus bergerak menjaring pelaku industri dan investor di bidang kemaritiman dan perikanan Spanyol. “Lima bidang yang dijadikan leading sector Kabinet Kerja Presiden Jokowi adalah infrastruktur, pangan, energi, maritim dan pariwisata,” jelas Arief Yahya.

Dari 10 Destinasi Prioritas, 7 diantaranya bergerak di wisata bahari. Diantaranya Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. “Semuanya berbasis di maritim! Hanya tiga yang non bahari, Danau Toba, Borobudur Joglosemar dan Bromo Tengger Semeru (BTS),” tutur Arief Yahya.

Tiga yang non bahari itu juga sedang mengembangkan destinasi maritime-nya
juga. Misalnya Borobudur untuk ikon Jaliglosemar, dalam KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Jawa Tengah ada pengembangan destinasi Karimunjawa, yang juga kepulauan.

BTS juga punya pantai indah di Malang Selatan. Sedangkan Danau Toba juga berbasis danau, yang sedang dirancang wisata airnya, dengan cruise juga. “Maka sejatinya, investasi di wisata bahari itu sangat penting. Kami punya tim percepatan wisata bahari yang diketuai Pak Indroyono Soesilo, dengan membagi pada tiga zona besar. Coastal (pantai) zone, underwater zone (bawah laut) dan sea zone (antarpulau dengan yacht,” jelas Arief Yahya.

Dalam menarik investasi itu, Menpar Arief selalu berprinsip business lead, government support. Harus mempertemukan industri dengan industri, business to business, agar mempercepat proses deal, pemerintah melalui BKPM dan Kementerian terkait mensupport dengan banyak kemudahan.

Menteri Arief cukup gembira dengan semangat KBRI Spanyol yang bekerja sama dengan Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co Abogados, Jumat (30/6) di Vigo, Spanyol, KBRI menggelar forum bisnis.

“Kami coba tarik investor pariwisata bahari. Kami mengundang para pelaku usaha industri galangan kapal dan perikanan di Spanyol untuk bersama-sama memperkokoh kedaulatan maritim Indonesia,” tegas Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso, Sabtu (1/7).

Yuli Mumpuni mengatakan Vigo dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena peranan signifikan kota itu sebagai bursa ikan dan industri perkapalan terbesar di dunia.

Dikatakannya, Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co. Abogados mengajak kliennya yang terdiri atas perusahaan di bidang infrastruktur kemaritiman, perikanan, dan turisme bahari. Di hadapan para pengusaha ini Yuli memaparkan berbagai peluang dan kemudahan berinvestasi yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

Menurut alumnus Hubungan Internasional Fisipol UGM ini, perikanan dan kemaritiman menjadi urat nadi kehidupan ekonomi di Galicia. “Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengembangan industri perikanan nasional. Saya yakin banyak peluang-peluang bisnis yang muncul di sektor perikanan. Termasuk pariwisata. Kami terus mendorong arus masuk investasi Spanyol ke Indonesia,” tambah Yuli.

Yuli optimistis, aliran masuk investasi Spanyol di sektor perikanan dan kemaritiman akan memuluskan upaya pemerintah membentuk minapolitan, yaitu sebuah zona ekonomi terpadu yang terdiri atas produksi dan pusat perdagangan hasil produksi kelautan dan perikanan, serta kompleks perumahan untuk nelayan. Konsep minapolitan berbasis pendekatan pengembangan perikanan wilayah menjunjung tinggi prinsip-prinsip integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi industrialisasi perikanan.

Menurut Yuli, selama ini investasi Spanyol di sektor perikanan cukup menggembirakan. Hal itu terlihat pada beberapa produk industri pengolahan ikan beku yang diekspor kembali ke pasar Spanyol.

Kontribusinya signifikan bagi nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Spanyol. “Nilainya mencapai US$ 414 juta. Namun, nilai itu belum mencerminkan kapasitas penuh kedua negara,” katanya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada triwulan pertama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun, meningkat 13,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016, sebesar Rp 146,5 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 194.000 tenaga kerja.

Sementara itu, realisasi investasi (PMDN dan PMA) berdasarkan sektor usaha terdiri atas pertambangan Rp 23,6 triliun (14,2 persen), industri makanan Rp 18,5 triliun (11,1 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 18,4 triliun (11,1 persen), listrik, gas, dan air Rp 16,7 triliun (10,1 persen), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik Rp 15,2 triliun (9,2 persen).

(sumber: kemenpar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − eight =