Koperasi Syariah 212 Targetkan 200 Ruko Baru Tahun Ini

0
43

JAKARTA, infonasional.com – Aksi 212 yang diikuti jutaan orang beberapa waktu lalu menandakan bahwa umat Islam dapat bersatu, salah satunya bersatu dalam membangun ekonomi umat. Seminggu setelah aksi 212, Ustaz Valentino Dinsi bersama rekannya seperti Habib Rizieq, Ustaz Bachtiar Nasir, dan lainnya kemudian menggagas suatu konsep ekonomi ”Dari Umat untuk Umat,” yang kemudian disepakati bernama Koperasi Syariah 212.

Resmi berdiri pada tanggal 24 Januari 2017 berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No. 02 tanggal 10 Januari 2017 yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris Surjadi, SH., MKn., MM dan diterima pada tanggal 19 Januari 2017.

Adapun struktural dari Koperasi Syariah 212 terdiri dari dewan penasihat yang diketuai oleh Dr. KH. Ma’ruf Amin, dewan pengawas yang diketuai oleh Dr. KH. Cholil Nafis, dewan pengawas oprasional yang diketuai oleh Dr. Anggito Abimanyu, Dr. Muhammad Syafii Antonio sebagai ketua umum, dan Valentino Dinsi sebagai wakil ketua.

Pendaftaran koperasi hanya melalui online di situs resmi Koperasi Syariah 212. Masyarakat yang ingin mendaftar syaratnya harus memiliki KTP dan beragama Islam. Dan untuk menjadi anggota, masyarakat juga harus membayar untuk simpanan wajib, pokok, dan sukarela.

Dengan citra yang kuat dan tata kelola yang baik, Koperasi Syariah 212 bisa jadi contoh baru koperasi nasional. Jika semua bisa ditangani baik, Koperasi Syariah 212 juga akan jadi bukti perjuangan ekonomi syariah tidak terpisah dengan perjuangan ekonomi nasional.

Peneliti ekonomi syariah STEI SEBI Azis Budi Setiawan menjelaskan, secara umum Koperasi Syariah 212 berangkat dari semangat besar dan citranya pun kuat. Namun ada beberapa tantangan yang harus dijawab selain bagaimana semua modal dasar yang ada tersebut bisa dikonsolidasi dalam insitusi bisnis yang kuat juga.

Tantangan lain adalah integrasi dengan fungsi sosial dalam bisnis sosial. Sebab ruh para pendiri koperasi ekonomi syariah dengan konsep koperasi yakni bisnis yang memberi dampak kepada anggota sehingga bisa menciptakan distribusi ekonomi yang lebih baik.

Maret lalu, Koperasi Syariah 212 meluncurkan toko ritel pertamanya Kita Mart di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Koperasi Syariah 212 menargetkan bisa ada 200 gerai Kita Mart pada 2017 ini. Gerai bisa dimiliki anggota baik individu maupun kolektif, sementara Koperasi Syariah 212 hanya mengambil ujrah dari pusat distribusi barang yang memasok barang ke gerai-gerai Kita Mart.

Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Muhammad Syafii Antonio mengatakan bahwa saat ini, banyak tantangan besar umat Islam dalam bidang usaha. Salah satunya, kata dia, yaitu masih banyaknya barang-barang import yang masuk ke Indonesia.

Karena itu, dia berharap, dengan adanya ritail berbasis komunitas atau jamaah tersebut, dapat mengurani barang impor dan bepindah menjadi produk nasional. (Fakhri/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − 5 =