Kartu Tani Bisa Dipakai Untuk Transaksi?

0
46

SEMARANG, infonasional.com – Kartu Tani dalam waktu dekat ini akan terintegrasi dengan aplikasi berbasis website regopantes.com. Integrasi ini akan memberikan kemudahan transaksi bagi petani langsung ke konsumen sehingga memperpendek jalur distribusi produk pertanian.

Saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP di Ruang Kerja Gubernur, Senin (10/7), Wakil Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan BRI Pusat Supardi Santoso mengatakan dengan memperpendek jalur distribusi, petani akan mendapatkan harga yang lebih layak jika dibandingkan menjual hasil panennya ke tengkulak. Bahkan, bukan tidak mungkin harga jual panennya jauh melebihi biaya produksi, sehingga petani akan lebih sejahtera.

“Dengan memperpendek jalur distribusi antara produsen dengan konsumen tanpa middleman. Maka petani bisa mendapat harga layak, dan konsumen juga mendapat harga lebih murah,” katanya.

Sistem pembayaran transaksinya pun juga jauh lebih mudah dengan adanya fasilitas cash management system (CMS) maupun virtual account dari BRI. Tidak hanya memberi kemudahan bertransaksi. Aplikasi regopantes.com memberikan fasilitas edukasi bagi petani karena juga bekerjasama dengan Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi).

“Jadi kartu tani ini nanti tidak hanya untuk semata-mata penyaluran dana informasi kuota pupuk, tapi benar-benar bisa untuk  bertransaksi,” ujarnya.

Pengembang regopantes.com Wim Prihanto dari 8villages mengatakan untuk dapat menjual produk panennya petani harus mempunyai Kartu Tani. Sehingga akan memotivasi petani untuk membuat Kartu Tani.

Selain itu, petani juga harus transparan terhadap kualitas produk yang dijualnya karena yang menentukan dan menjamin kualitas produk adalah petani itu sendiri. Ada empat jenis kualitas yang dapat ditentukan mulai  yang terendah kualitas biasa, kualitas khusus, kualitas organik, dan yang tertinggi fair trade.

“Petani diminta untuk menentukan dan menjamin kualitas produknya. Maka petani harus jujur kalau tidak ingin kehilangan pasar karena dalam produknya akan muncul nama petani dan kualitas barangnya,” katanya.

Prihanto menambahkan integrasi Kartu Tani dengan regopantes.com ini akan di-launching bertepatan pada Hari Tani Nasional 24 September nanti. Namun pihaknya juga memberikan fasilitas transaksi offlinemelalui berbagai media sosial.

Diharapkan integrasi ini dapat mengetahui stok pertanian secara riil. Selain itu juga dapat memonitor harga pantas petani. Sehingga dapat memberikan informasi riil terhadap harga pangan nasional.

Gubernur Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi pengembangan yang dilakukan BRI terhadap Kartu Tani. Sehingga program Kartu Tani ini akan menjadi sebuah big data yang memuat data-data pertanian yang presisi. Selain itu integrasi Kartu Tani ini juga merupakan sebuah upaya revolusi petani yang dapat menaikan kelas mereka dengan cara menggunakan semua teknologi yang ada baik teknologi informasi maupun teknologi alsintan.

“Saya ingin ada lompatan yang dahsyat kepada petani agar mereka dapat naik kelas dan melek teknologi. Dari teknologi karena sebagian besar orang punya handphone yang bisa digunakan sebagai infrastruktur,” pungkasnya. (Jatengprov.go.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − fifteen =