Gelar Seminar, PDBI Bahas Kebijakan 4 Superholdings BUMN

0
40

JAKARTA, infonasional.com – Pada hari Rabu (19/7) Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) menggelar seminar bertema ANATOMI KONGLOMERAT BUMN membahas kebijakan pembentukan 4 superholding BUMN lintas sectoral.

Dimana masing-masing dari 4 superholding tersebut harus berkekuatan setara dengan Temasek (BUMN Singapura) dengan assets S$ 104,7 milyar dan sales S$ 101,5 milyar laba 12,6 milyar dari anak perusahaan S$ 8,4 milyar dan S$ 4,2 dari saham minoritas di berbagai penyertaan dan pendapatan tersebut hanya 29% dari lokal Singapore, 40% dari Asia, 27% dari Amerika, Eropa dan sisa dunia 4% termasuk Timur Tengah dan Afrika.

Disamping Temasek Singapura juga punya Government of Singapore Investment Corp (GSIC) yang hanya beroperasi di portfolio dengan total assets US$ 100 milyar tersebar 34% di AS, 19% Asia ex Jepang, 12% Jepang, 12% Eropa, 6% Inggris, 6% Timteng 3% Latin Amerika dan 2% Australia.

Dengan melihat sejarah masa lalu dan bandingan empiris dengan negara tetangga dan negara lain maka PDBI mengusulkan pembentukan BUMN Generasi V yaitu konsolidasi multisektoral 119 BUMN menjadi 4 konsortium yang setara yang masing masing memiliki bank, asuransi, kontraktor, perkebunan, industri dan jasa. Jika sekarang ini Pemerintah memakai pendekatan merger sektoral seperti 15 PTP menjadi 1 juga semen dan pupuk serta kertas. Maka untuk benar benar membangun kekuatan ekonomi Indonesia Inc yang sejajar dengan Japan Inc, China Inc (ada 4 bank raksasa Tiongkok kelas global) dan Korea Inc maka Indonesia harus punya 4 Super Temasek.

Dengan total asset 119 BUMN sekitar Rp. 7.000 Trilyun kalau direvaluasi dan dikonsolidasi dalam 4 Supergroup masing masing kelas Rp. 2.000 trilyun dan diberi missi khusus yang kompetitif, bagaimana memindahkan ibukota Jakarta dalam 5 tahun tanpa APBN tapi dengan leverage ilmu ruilslag gedung gedung di Jakarta dengan pembangunan ibukota baru. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 18 =