INDEF: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Bernasib Seperti 7 Eleven

0
41

JAKARTA, infonasional.com – Financial Club Jakarta bekerja sama dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan Breakfast Dialogue dengan judul “7 Eleven’s Shut Down and Retail Prospect in Indonesia” di Graha CIMB Niaga, Jakarta,  Kamis (27/7).

Acara tersebut menghadirkan Advisor The President Post Ali Basyah Syuro sebagai moderator dan Program Director INDEF  Berly Martawadya M.Sc, Ph.D sebagai keynote speaker.

Dalam kesempatannya Berly menjelaskan beberapa poin yang dilupakan oleh sebagian pengusaha dengan sistem retail.

Beliau mengatakan, “Contohnya 7 Eleven, beberapa tempatnya mengkombinasikan cafe dan minimarket, akan tetapi itu saja tidak cukup.”

“Misalkan konsumen membeli 1 gelas kopi dan duduk selama 1 jam, mereka masih meraih keuntungan. Namun apabila konsumen hanya membeli 1 botol soda yang harganya tidak lebih dari Rp10.000 dan duduk selama satu jam, hal itu hanya akan menghabiskan meja saja,” ungkap Berly.

Menurut Berly, mempunyai minimarket yang dikombinasikan dengan kafe bukanlah suatu masalah jika penjualan dan marginnya sudah mencukupi untuk membenarkan hal tersebut.

Berly  menjelaskan bahwa ada beberapa  poin yang harus diperhatikan oleh para pengusaha retail.

“Yang pertama anda harus menjelaskan siapa diri anda, siapa target dari bisnis anda. Dan jika anda tidak melakukan ini, anda bisa melupakan bisnis anda di masa depan,” jelas Berly.

Dia melanjutkan, “yang kedua anda harus mengitung pengeluaran untuk efisiensi. Dan saya rasa hal inilah kesalahan 7 Eleven. Pada poin pertama mereka gagal, dan pada poin kedua they got a big problem.”

Selanjutnya Berly mengatakan, “Yang ketiga adalah jika bisnis anda berada diantara bisnis retail-retail lain seperti Alfamart, Indomaret, Lawson, dan yang lain sebagainya. Tunjukkan keunggulan dari bisnis retail anda kepada konsumen.”

“Buatlah sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan ‘mengapa saya harus datang ke bisnis retail anda?’,” tambah Berly.

Terkahir Berly menghimbau kepada pengusaha ritel untuk membuat toko online. Beliau mengatakan bahwa toko online itu tidak boleh dilewatkan dari bisnis ritel pada zaman sekarang ini.

“Jika anda melewatkan cara online, dalam 5 tahun kedepan ketika semua orang sudah terbiasa melakukan segala sesuatu secara online, seseorang pasti akan mengambil tempat anda,” tutupnya. (Fakhri/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + nineteen =