Tari Jawa dan Singlish Jadi Pembukaan Acara 50 Tahun Indonesia-Singapura

0
71
Foto: Dok. SD Darmono

SINGAPURA, infonasiona.com – Presiden Jokowi bertemu dengan PM Singpura Lee Hsien Loong dalam rangka puncak acara peringatan 50 tahun kerjasama Indonesia dengan Singapura di Marina Bay Cruise Center, Singapura, Kamis (7/9).

Dalam acara yang bertajuk Singapore-Indonesia Investment Forum tersebut, para tamu disuguhkan dengan tarian Jawa sebelum Presiden Jokowi memberikan sambutan. Sebuah sambutan yang tidak biasa, karena sebagai tuan rumah biasanya menyajikan pentas khas negara atau daerah tersebut.

Chairman Jababeka S.D Darmono yang hadir mengunggah video jalannya acara tersebut, dalam video terlihat Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga turut hadir memperlihatkan mimik serius memperhatikan tarian asal Jawa tersebut.

Dalam video tersebut juga terlihat Presiden Jokowi yang memberikan sambutannya, Presiden Jokowi menyebutkan dalam 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura, ada banyak hal yang bisa dikagumi antar sesamanya.

“Salah satu yang orang Indonesia kagumi adalah inovasi bahasa Singlish (Singapore-English), ada kata schooling yang berarti pendidikan. Tapi sekarang schooling berarti juara medali emas dalam olimpiade cabang renang (mengacu kepada atlit Singapura Joseph Schooling),” ujar Presiden yang disambut tepuk tangan oleh para tamu.

Sebelumnya Presiden Jokowi dan PM Lee juga menyaksikan Joint Fly-Past antara TNI dan Singapore Air Force, dimana mereka membentuk angka ’50’ dengan pesawat tempur F16.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu malam, kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi kali ini setidaknya ada empat isu yang akan dibahas, yaitu investasi, pariwisata, energi, dan digital ekonomi. Dalam bidang investasi Singapura merupakan mitra terbesar untuk investasi dan saat pembahasan investasi juga akan dibahas investasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang disepakati saat retreat leader tahun 2016 di Kendal.

“KIK kita lihat perkembangannya cukup bagus, tahun lalu jumlah perusahaan di KIK adalah sekitar 25, maka sekarang sudah 30 plus 41 yang sudah mengantre untuk bergabung di KIK,” katanya.

Selain itu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi maka di KIK itu juga dilakukan “vocational school” atau mendekatkan pendidikan dengan industri sebagai gabungan yang baik. (TPP/IFN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here