Kementerian PUPR Targetkan 2018 Bendungan Sindang Heula dan 30 Jembatan Gantung selesai

0
45
kemendagri.go.id

JAKARTA, infonasional.com – Dalam kunjungan kerjanya ke Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan bendungan multifungsi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan selesai pada tahun 2019. Selain Karian, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air juga tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang untuk mendukung Provinsi Banten sebagai lumbung pangan nasional, Rabu (4/9).

Kedua bendungan tersebut merupakan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tetang percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Bendungan Sindang Heula dibangun untuk menampung aliran Sungai Cibanten dengan volume tampungan total sebesar 9,26 juta meter kubik dan luas genangan 128,50 ha.

“Di Banten, kita sedang bangun dua Bendungan. Selain Bendungan Karian, kita juga membangun Bendungan Sindang Heula yang ukurannya lebih kecil dan ditargetkan selesai tahun 2018. Bendungan ini akan mengairi daerah irigasi seluas 1.000 ha,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sementara itu Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Ni Made Sumiarsih, menyebutkan bahwa selain irigasi, Bendungan Sindang Heula menjadi salahsatu sumber air baku dengan debit 0,8 m3/detik bagi Kota Serang dan Kabupaten Serang serta sebagai sarana pengendalian banjir wilayah tersebut sebesar 900 m3.

Bendungan Sindang Heula mulai dibangun sejak November 2015 dengan anggaran Rp 427 miliar. Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 44 persen.

Tahun ini Kementerian PUPR juga menargetkan akan menyelesaikan rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Cidurian sepanjang 11 km yang mengairi 1.735 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 17,9 miliar. Kemudian rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Pamarayan sepanjang 6,1 km yang mengaliri 257 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 11,2 miliar.

Menteri Basuki mengatakan bahwa pada tahun 2017 dan 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Ditjen Bina Marga akan melaksanakan pembangunan jembatan gantung untuk masyarakat di Provinsi Banten.

“Bantuan pembangunan jembatan gantung itu sebanyak 30 unit atas perintah Bapak Presiden Joko Widodo,” katanya.

Ditambahkannya bantuan pembangunan jembatan gantung merupakan bentuk perhatian Presiden Jokowi terhadap masyarakat Provinsi Banten.

Namun, bantuan jembatan itu tidak hanya di Kabupaten Lebak saja, tetapi daerah lain di Banten yang membutuhkan pembangunan jembatan gantung. Apalagi, Provinsi Banten banyak daerah aliran sungai sehingga keberadaan jembatan gantung sangat dinanti warga.

“Kami berharap Pemprov Banten bersama Pemerintah Kabupaten terkait dapat segera menetapkan daerah mana saja yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan gantung. Kita akan cek juga readiness nya, seperti lahan,” katanya.

Pada 2015, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah membangun 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten yakni Jembatan Kolelet, Ranca Wiru, Leuwi Loa, Cisimeut, Cigeulis, Cidikit, Cicariu, Bojong Apus, Cihambali, dan Jembatan Cidadap.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri Basuki.

Jembatan Gantung yang dibangun memiliki panjang antara 50-132 meter. Misalnya Jembatan Gantung Kolelet yang memiliki panjang 132 meter dengan lebar 1,7 meter. Konstruksi bangunan atas menggunakan baja dan konstruksi bangunan bawah menggunakan beton. Jembatan ini sudah digunakan warga dari Desa Kolelet ke Desa Kembang maupun sebaliknya. (PUPR/IFN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × five =