HUT ke-55, Gubernur Jawa Timur Minta Lakukan Research dan Development untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

0
75
jatimprov.go.id

SURABAYA, infonasional.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, meminta agar terus melakukan research dan development. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

Pakde Karwo menuturkan dengan terus melakukan research dan development (R&D) maka kualitas Bapenda akan semakin meningkat pula. Namun demikian, R&D memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Oleh sebab itu, SDM harus terus dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal. Hal yang tidak kalah penting adalah digunakannya teknologi IT,” ujar Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim saat memberikan sambutan pada acara Peringatan HUT ke 55 Tahun Bapenda Jatim di Ruang Loka Artha Praja, Kantor Bapenda Jatim, Surabaya, Sabtu (14/10) malam.

Adapun tema peringatan HUT Bapenda kali ini adalah “Dengan Kerja Bersama BAPENDA Mendukung Jawa Timur Mandiri dan Berdaya Saing Melalui Penguatan PAD dan Pelayanan Publik yang Berkualitas.”

Dikatakan Pakde, R & D merupakan bagian dari instropeksi terhadap peranan Bapenda, apakah harus berperan seperti saat menjadi dinas atau seperti saat ini. “Bapenda juga harus berkonsolidasi peran, seperti apa kedepan. Intinya, Bapenda harus saling bersinergi dengan pihak lain mulai kabupaten kota, dan pihak swasta untuk kepentingan bersama,” katanya.

Konsolidasi peran tersebut,  juga harus dilakukan Pemprov Jatim dengan kabupaten/kota, apakah struktural atau fungsional. Diakuinya, penggabungan antara struktural dan fungsional yang akan mengoptimalkan hubungan tsb sehingga terwujud sinergi kepentingan bersama.

Untuk keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas Bapenda, pesan Pakde Karwo, yakni pembenahan kualitas jajaran pejabat melalui assessment menjadi hal penting. Tujuannya adalah mencari pemimpin yang mempunyai kualitas sesuai dengan kompetensi.

Oleh sebab itu, pemetaan profil kompetensi ASN menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sebab, kepemilikan data profil kompetensi ASN oleh pengelola manajemen kepegawaian menghindarkan kesalahan dalam perencanaan kepegawaian.

”Ingat, peran leadership  menentukan 50 persen keberhasilan sebuah organisasi. Oleh sebab itu, assessment merupakan bagian dalam mencari pejabat yang memiliki kualitas, “ tutur Pakde Karwo. (JATIMPROV/IFN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here