Serang. Bakal Calon Wali Kota Cilegon Anak Rakyat Bapak H. Isro Mi'raj. SE,.SH. saat menyampaikan visi misi di hadapan Elit Partai NasDem Provinsi Banten. Isro mengatakan jika dirinya diamanahkan untuk menjadi orang nomor satu di Kota Cilegon maka dia akan menggratiskan biaya pendidikan di Kota Cilegon. Meskipun warga Kota Cilegon bersekolah di sekolah swasta, dia berjanji akan memuaskan kebutuhan siswa.

“Kalau pun sekolah di sekolah swasta akan kita gratiskan lembar kerja siswa atau lks, buku paket, RTS semua akan kita gratiskan,” ungkapnya.

Termasuk sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Cilegon yang kewenangannya berada di Kementerian Agama.

Selain itu, program beasiswa penuh sarjana, yang merupakan program pemerintahan Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta juga akan dilanjutkan jika ia terpilih sebagai Walikota Cilegon.

Isro memaparkan akan melanjutkan program itu, namun dalam program itu Isro berjanji tidak hanya memberikan beasiswa penuh tetapi juga akan memfasilitasi kendaraan bus dari Cilegon menuju Kota Serang.

Nanti ke depan untuk mengantarkan jemput para mahasiswa yang kuliah di Serang, di Uniba, Unsera, UIN, Untirta kita siapkan bus, terangnya.

Kemudian dari sisi kesehatan, bila ada pasien dari kalangan masyarakat miskin, Isro berjanji akan menghadirkan bidan dan perawatan untuk mendatangi langsung rumah pasien yang sakit.

“Kota Cilegon dengan APBD Rp 2,2 triliun, insyaAllah kita mampu meningkatkan dari sisi pendidikan dan kesehatan,” katanya.

“Sehingga target kota Cilegon bagaimana laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan terbuka akan kami hadirkan industri padat karya yang ada di Cilegon khususnya JLU nanti akan kita lanjutkan, dan di situ nanti ada industri padat karya,” sambungnya.

Isro menjelaskan, dalam visinya ia menekankan pada tiga aspek yakni bebenah, berdaya dan berbudaya.

Pertama Berbenah, yaitu dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan pemerintahan dan lingkungan.

Kedua Berdaya, dengan meningkatkan kualitas pendidikan, derajat kesehatan masyarakat, pembangunan dan kualitas hidup, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Berbudaya ketiga, yaitu kota Cilegon yang dikenal sebagai kota santri diharapkan bisa lebih adaptif terhadap perkembangan industri, dengan tidak menghilangkan karakter dasar budaya masyarakat Cilegon.