Infonasional.com| Riau- Pada hari Senen 13 Mei 2024, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heripurwanto, membenarkan ada pemanggilan terhadap Mamun Murod, mantan Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau.

"Dilakukan pemanggilan terhadap MM," ujar Bambang, Senin (13/5/2024).

Bambang mengatakan, pihaknya masih melakukan proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mencari peristiwa pidana atas kasus yang sedang diselidiki.

Menurutnya, Mamun Murod datang ke Kejati Riau untuk mengantarkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan tim jaksa penyelidik.

"Untuk mengantarkan data-data atau dokumen terkait proses lid (puldata dan pulbaket ) salah satu kegiatan yang ada di DLHK Provinsi Riau," kata Bambang.

Menyikapi itu, pakar lingkungan hidup Dr Elviriadi mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan Tinggi.

"Mudah mudahan segera terungkap. Kalau gak salah, itu dana dari Badan Restorasi Gambut Mangrove (BRGM) untuk tugas pembantuan di Wilayah Riau. Untuk bikin sekat kanal, reweting (pembasahan gambut) dan revitalisasi ekonomi masyarakat. Semua kegiatan ini memang sangat lemah supervisinya. Banyak kanal yang tak efektif di lapangan, " ucapnya.

Elviriadi yang juga kepala Departemen Restorasi Gambut Mangrove Majelis Nasional KAHMI berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

"Insyaallah kita kawal. Karena gambut Riau ini sudah porak poranda, karhutla menggila rakyat kecil jadi mangsa tersangka, hutan digunduli secara sistemik, konspiratif kongkalikong. Inilah akibat birokrasi kita tidak amanah, harapkan pagar, pagar makan restorasi gambut. Lelamo Temakol pun meloncat ke pangkuan kanal blocking sambil bergumam dalam hati.

" ayam menjerit diatas batang...

"Datang tokek telolong di loteng,

Ada sawit mintaklah sebatang.

Nak berkebon gambut dan kereng. Kepunan telouw temakol lotenglaaaaaah " pungkas peneliti kanal bloking yang ikhlas gundul permanen demi hutan tropis.