Infonasional.com| Sultra - Pada konferensi Pers yang di di sampaikan oleh Salah Satu Bakal Calon Bupati Muna Barat di beberapa media Online menyampaikan bahwa dirinya berharap melawan Kotak Kosong dengan memborong semua partai yang memiliki kursi Di DPRD MuBar cukup menjadi perbincangan.

Mahasiswa Politik Pasca Di salah satu kampus di jakarta menilai "dalam upaya melawan kotak kosong yang di lakukan Oleh Bacal Calon Bupati Muna Barat cukup menjadi alasan untuk kita kritik. Kamis (16/05/2024)

Para calon pemimpin seharusnya lebih mendekati masyarakat dengan ide, gagasan dan pikirannya sebagai pemegang suara daripada harus berobsesi menguasai mayoritas partai."

Tetapi dalam Sistem Demokrasi kita itu bukanlah sebuah pelanggaran jika melawan Kotak Kosong karna konstitusi telah menyediakan jalur bagi mereka yang mendapatkan posisi sebagai calon tunggal.

Obsesi BaLon Bupati Muna Barat di sampaikan dengan Alasan untuk menghilangkan konflik horisontal di kalangan Masyarakat jika dirinya akan melawan Kotak Kosong, argumentasi itu seperti mengejar fatamorgana di ufuk Timur.

Dalam Pandangan Realis Klasi Niccolò Machiavelli, dalam karyanya "Il Principe" (Sang Pangeran), mengakui bahwa politik melibatkan konflik dan penggunaan kekuasaan untuk mencapai tujuan. Machiavelli menekankan pragmatisme dan realisme dalam politik, di mana konflik dianggap sebagai sesuatu yang normal dan tak terelakkan.

Mengatasi konflik horizontal dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) bukan karna Satu Colon Bupati itu melawan Kotak Kosong tetapi kita memerlukan pendekatan yang holistik dan koordinasi antara berbagai pihak.

Seperti halnya Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan, Peningkatan Pendidikan Politik, Peran Aktif Pemerintah Daerah, Mediasi dan Resolusi Konflik, Pemantauan Independen, dan juga Sosialisasi dan Kampanye Damai.

Alkindi Menilai "Pendekatan-pendekatan dengan cara yang kontruktif semacam ini setidaknya bisa meminimalisir konflik sosial dan politik di daerah Kab.Muna Barat, tapi itu tidak akan menghilangkan Konflik yang akan terjadi di kalangan masyarakat sepanjang Pilkada Di Muna Barat di gelar sekalipun melawan Kotak Kosong nantinya."

Sekarang muncul sebuah Pertanyaan apakah pendekatan Holistik dan kordinasi antar pihak seperti yang di sebutkan di atas itu bisa di lakukan? Sementara dugaan kecurangan dari pihak pemangku Kebijakan sering kali di pertontonkan di kalangan masyarakat.

Pengamat Politik Muda Didin Alkindi Melihat bahwa itensi dari argumen yang di bangun oleh BaLon Bupati Muna Barat Ini semacam Argumen Tampa Analisis, tak bergizi, dan pada ahirnya gelombang kritikan Muncul Di berbagai Kalangan.

Siklus Politik di setiap Kabupaten yang ada di Pemprov SulTra termaksud Muna Barat, nanti nya akan seiring sejalan dengan Kepentingan Gubernur dan akan mempengaruhi pola di setiap Daerah yang ada di Sulawesi Tenggara, jadi jika Ingin Melawan kotak kosong maka pastikan di pertarungan Gubernur itu harus satu Pintu.

"Tentunya jika Si A di Kabupaten di usung oleh partai 1 maka pasti partai pengusung memiliki kepentingan untuk mendongkrak Suara Di pemilihan Gubernur, maka tentu partai 2 yang memiliki Kepentingan Gubernur akan mencari calon Si B di Daerah yang sama Untuk menjadi mesin pendongkrak seperti Si A karna perbedaan figur Gubernur di Provinsi." Ungkap Didin Alkindi

Sementara jika melihat konfigurasi politik dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi tenggara bisa berpotensi melahirkan dua (2) sampai tiga (3) calon Gubernur nantinya, itu artinya sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika 8 partai yang memiliki suara di Parlemen Muna Barat bisa tertuju kepada satu Calon Bupati Di Daerah.

Di sisi lain Dalam peristiwa sejarah Perhetalan Politik Di Sulawesi Tenggara baru satu daerah di SulTra yang melakukan Pemilihan Dengan melawan Kotak kosong yakni Pilkada Kab.Buton itupun Bupati terpilih harus merelakan jabatannya karna harus berhadapan dengan proses hukum sebelum di Lantik sebagai Bupati Defenitif.

Maka pentingnya melihat Sejarah Perpolitikan masa lalu di Sulawesi Tenggara baik itu pemilihan Gubernur (Provinsi) Ataupun Bupati (Daerah) guna Menganalisis Pola dan Tren Sejarah Perpolitikan karna sering menunjukkan pola dan tren politik yang sama dapat berulang. 

Dengan mempelajari pola-pola ini, mampu membawa kita pada analisis yang bisa membuat prediksi yang lebih akurat tentang bagaimana peristiwa politik mungkin berkembang di masa mendatang baik pada skala Gubernur Ataupun Bupati di Prov SulTra.

Sekalipun Politik Juga di kenal dengan seni Kemungkinan, tetapi apa yang di katakan oleh salah satu balon Bupati Muna Barat itu Tidak mungkin untuk di mungkinkan terjadi Di Muna Barat.