Pembangkit Listrik Nuklir temui titik cerah, PT INUKI MoU dengan HTMR Asia Development Ltd

0
1103
Laksda TNI. DR. Ir. Eko Djalmo Asmadi (Deputy Jiandra Wantanas) , Ir. Samsul Hadi (Chairman Indonesia Investasi Institut), Rey Solichin (Eksekutif Direktor HTMR Asia), DR. Bambang Herutomo (Dirut. PT. Industri Nuklir Indonesia . Pesero ). Letjen TNI. W. Munir (Sekjen Wantanas) . DR. Ir. Hendri F. Windarto. M.Eng ( Wantanas/Nuklir)

Disaksikan di depan Dewan Ketahanan Nasional dan Indonesia Investment Institute, PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau PT INUKI (Persero) melakukan MoU dengan HTMR Asia Development Ltd, Senin (17/10), di Kawasan Puspiptek Gedung 10, Serpong.

PT INUKI sebelumnya bernama PT Batan Teknologi (Persero) merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri berbasis teknologi nuklir.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Presiden Direktur PT INUKI, Ir. Bambang Herutomo dengan Executive Director HTMR Asia, Reyman Solichin. Disaksikan oleh  Letjen TNI. M. Munir selaku perwakilan utama dari Wantannas, Laksda TNI. DR. Ir. Eko Djalmo Asmadi selaku Deputi Pengkajian dan Penginderaan Wantannas, DR. Ir. Hendri F. Windarto M.Eng selaku Senior and Technology Advisor for Secretary General Wantannas dan Ir. Samsul Hadi selaku Chairman Indonesia Investment Institute.

Dalam kerja sama tersebut, HTMR Asia akan menjadi mitra PT INUKI dalam mewujudkan pembangkit listrik nuklir yang bersih dan aman, terutama untuk pulau-pulau kecil di wilayah perbatasan NKRI.

Executive Director HTMR Asia, Reyman Solichin mengatakan, “Di bidang kelautan, Indonesia memiliki potensi maritim terbesar di dunia. Tantangan paling besar dalam pencapaian potensi ini adalah ketidak-tersediaan listrik dan air minum di banyak pulau-pulau yang strategis bagi perkembangan ekonomi maritim seperti perikanan, pariwisata, pencegahan penangkapan ikan ilegal, dan pertahanan nasional.”

Reyman menjelaskan, “Pembangkit DIAN (Daya Inti Asa Nusantara) bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini, yang dirancang khusus untuk Indonesia berdasarkan teknologi mutakhir dengan 5 kelebihan yaitu pertama berukuran kecil, hanya 8 MW untuk keperluan 10.000 jiwa penduduk atau 35 MW untuk 50.000 jiwa penduduk.”

“Kedua Super Safe, reaktor generasi ke-4 yang tidak akan terjadi meltdown dalam kondisi bencana alam apapun. Yang ketiga sederhana dan bisa dikendalikan hanya dengan beberapa operator walaupun terletak di daerah terpencil.”

“Yang keempat yaitu modular, kapasitas dapat ditambahkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi setempat. Dan yang terakhir mempunyai kemampuan kogenerasi listrik-panas, cocok sekali untuk penyulingan air laut, pembuatan es balok, cold storage, pengisian baterai untuk keamanan laut dan pengolahan hasil mineral,” imbuhnya.

Reyman menambahkan sebenarnya DIAN adalah HTMR (High Temperature Modular Reactor). HTMR didesain oleh satu tim tenaga ahli jenis reaktor ini yang paling berpengalaman di dunia. Ahli-ahli ini berasal dari beberapa negara termasuk Indonesia, Afrika Selatan, Jerman, Kanada, Tiongkok, Belanda, Argentina, dan Austria.

“DIAN akan diproduksi di Indonesia, menggunakan komponen dalam negeri, oleh anak bangsa Indonesia, dan akan diekspor sebagai ‘Made in Indonesia’,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan yang redaksi kami terima, paket teknologi Dari HTMR juga mencakup lokasisasi manufaktur komponen dan pembuatan bahan bakar.

Pembangkit DIAN memakai uranium atau thorium sebagai bahan bakar secara optimal. Diperkirakan bahwa Indonesia memiliki 70.000 ton cadangan uranium dan 117.000 ton cadangan thorium tersebar di berbagai lokasi. Pemanfaatan thorium adalah sangat penting bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian energi, terutama karena thorium tidak memerlukan pengayaan seperti uranium, jadi penggunaan siklus bahan bakar thorium keseluruhannya dapat dilaksanakan di dalam negeri.

Dengan menggunakan teknologi baru HTMR untuk mengembang-biakan bahan bakar baru (U233) dari thorium sambil menghasilkan energi, jumlah cadangan thorium diatas dapat memenuhi kebutuhan energi Indonesia sampai ribuan tahun.

DIAN adalah sistem energi nuklir generasi ke-4 yang kecil, modular, dengan kemampuan kogenerasi, dan dirancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan daerah-daerah berkembang yang tak terdukung oleh jaringan listrik besar seperti daerah-daerah kepulauan Indonesia.

inuki-htmr-asia-infonasional2

Setelah penandatanganan MoU, para peserta berkeliling reaktor nuklir dengan tenaga 15MW untuk keperluan riset tersebut.

Untuk selanjutnya PT INUKI akan melakukan kerja sama dengan Koperasi Induk UMKM Indonesia (INUMKINDO) dalam penggunaan isotop nuklir untuk keperluan pertanian.(rws)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + 2 =